SDM Pengurus Mempengaruhi

JUMLAH koperasi yang ada di Kota Jambi berdasarkan data 2016 tercatat sebanyak 801. Namun dari jumlah tersebut, lebih banyak jumlah koperasi yang tidak aktif dibanding yang aktif. Ada banyak faktor penyebab. Salah satunya karena kurangnya SDM dan kepedulian anggota terhadap koperasi itu sendiri. Kemudian karena banyak kredit macet.

Manurut Syahril Syamingin, Kepala Dinas Koperasi, tenaga kerja dan UKM melalui Yudi Dharma Kabid Perkoperasian Kota Jambi, berdasar data, dari koperasi yang ada, hanya 377 koperasi yang masih aktif. Sisanya 424 koperasi tidak aktif. Bahkan dari yang tidak aktif tersebut, ada 89 koperasi yang terpaksa harus dibubarkan.

“Kita bubarkan karena memang hanya tinggal nama saja. Pengurusnya sudah tidak ada lagi sehingga direkomendasikan untuk dibubarkan,” ungkap Yudi.

Dari data, tercatat sebanyak 33.194 jumlah anggota mengantongi Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 20,8 miliar. Sedangkan aset yang tercatat sebesar Rp 220,5 miliar.

Menurut Yudi, ada banyak faktor yang menyebabkan koperasi tersebut tidak aktif bahkan dibubarkan. Di antaranya faktor sumber daya manusia yang masih sangat kurang terutama dalam bidang perkoperasian. Juga kurangnya jiwa kewirausahaan dan gotong royong. Begitu juga dengan partisipasi anggota yang kurang.

“Itulah masalah yang banyak dihadapi koperasi kita. Dengan dibubarkannya koperasi tersebut, kita tidak ingin koperasi di kota Jambi hanya mengejar kuantitas saja, namun lebih kepada kualitas,” bebernya.

Bagaimana dengan kredit macet? Apakah ada koperasi yang mengalami kredit macet di Bank? Menurut Yudi, pihaknya tidak memiliki data mengenai adanya koperasi yang memiliki kredit macet di bank.

“Kecuali jika pinjamannuya dari pemerintah daerah, maka sudah pasti kita memiliki data. Jika ingin mengetahui lebih lengkap bisa tanya kepada masing masing koperasinya atau pihak yang meminjamkan,” bebernya.

Ditambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM RI telah mencanangkan Program Aksi Reformasi Koperasi Tahun 2016-2019. Reformasi Koperasi dilakukan melalui tahapan, Pertama Rehabilitasi yaitu pembaharuan organisasi koperasi melalui pemutakhiran data dan pembekuan/pembubaran. Kedua Reorientasi. Yaitu perubahan paradigma dari pendekatan kuantitas menjadi kualitas.

Antara lain membangun koperasi berbasis Informasi Teknoligi ( IT). Fokus pada penguatan kelembagaan koperasi dan mendorong Koperasi meningkatkan jumlah anggota koperasi. Ketiga tahap Pengembangan yaitu perubahan secara bertahap dan terukur menuju koperasi yang berdaulat, mandiri dan gotong royong.

Sementara, berdasar data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Jambi, total unit koperasi secara keseluruhan dari Kabupaten/Kota ada 3.808. Sebanyak 2.082 di antaranya dinyatakan masih aktif, sementara 1.726 unit dinyatakan tidak aktif lagi.

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Jambi Meiria Suhatri Rabu (8/2) menerangkan, unit koperasi yang dinyatakan tidak aktif itu disebabkan tidak lagi mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sesuai jadwal yang ditentukan, selama 2 tahun berturut-turut akan dianggap tidak aktif. Namun, masih diberi kesempatan berupa pelatihan, pembinaan dan sosialisai selama 5 tahun.

Tahun ini, Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jambi masih fokus melakukan pembinaan, pelatihan dan sosialisai kepada unit koperasi yang masuk dalam kategori tidak aktif dan menjalankan program pembubaran unit koperasi. Untuk seluruh kegiatan tahun 2017 di Dinas ini, Pemerintah Provinsi Jambi mengucurkan anggaran sebesar Rp 9,4 miliar.

Soal unit koperasi yang terdampak kredit macet, Meiria Suharti mengaku tidak terpantau langsung oleh Dinas Koperasi UMKM Provinsi. Namun ada Dinas Koperasi UMKM Kabupaten masing-masing, dikarenakan unit koperasi itu langsung bersangkutan dengan pihak peminjam atau bank. “Kalau kredit macet itu tidak terpantau, karena itu berkaitan langsung dengan pihak Bank dan Dinas Koperasi di Kabupaten-kabupaten,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya berapa total kerugian dari unit koperasi yang tidak berjalan dan menggalami kredit macet, Meiriah mengaku tidak tahu. Ia beralasan karena dirinya baru menjabat sebagai plt Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jambi.(viz/cr02/mui)